Manhaj Nabawi Merujuk Sistematika Wahyu
Buku ini membedah secara mendalam konsep Sistematika Wahyu sebagai manhaj (metode) gerakan, dakwah, dan tarbiyah yang diwariskan oleh pendiri Hidayatullah, KH. Abdullah Said.
Buku: Manhaj Nabawi Merujuk Sistematika Wahyu
Penulis: KH. Nashirul Haq, Lc., M.A. (Ketua Umum DPP Hidayatullah Periode 2015–2025)
Buku ini membedah secara mendalam konsep Sistematika Wahyu sebagai manhaj (metode) gerakan, dakwah, dan tarbiyah yang diwariskan oleh pendiri Hidayatullah, KH. Abdullah Said.
Ditulis oleh KH. Nashirul Haq, karya ini merekonstruksi bagaimana Rasulullah ï·º membina generasi sahabat bertahap melalui lima surah pertama yang turun: Al-`Alaq, Al-Qalam, Al-Muzzammil, Al-Muddassir, dan Al-Fatihah.
Buku ini menjelaskan bahwa transformasi umat tidak bisa dilakukan secara acak. Harus dimulai dari pemurnian akidah dan tradisi membaca (Al-`Alaq), penataan karakter dan akhlak mulia (Al-Qalam), penguatan spiritualitas malam (Al-Muzzammil), pembentukan jiwa dai yang bergerak (Al-Muddassir), hingga pembentukan sebuah tatanan komunitas atau jamaah yang solid (Al-Fatihah).
Karya monumental ini bukan sekadar kajian teoretis, melainkan sebuah panduan aplikatif bagi para kader, dai, dan umat Islam untuk melakukan perubahan sosial yang sistematis, berakar kuat pada Al-Qur'an, serta meniru persis tahapan sukses perjuangan Nabi Muhammad ï·º dalam membangun peradaban Islam.
Penulis: KH. Nashirul Haq, Lc., M.A. (Ketua Umum DPP Hidayatullah Periode 2015–2025)
Buku ini membedah secara mendalam konsep Sistematika Wahyu sebagai manhaj (metode) gerakan, dakwah, dan tarbiyah yang diwariskan oleh pendiri Hidayatullah, KH. Abdullah Said.
Ditulis oleh KH. Nashirul Haq, karya ini merekonstruksi bagaimana Rasulullah ï·º membina generasi sahabat bertahap melalui lima surah pertama yang turun: Al-`Alaq, Al-Qalam, Al-Muzzammil, Al-Muddassir, dan Al-Fatihah.
Buku ini menjelaskan bahwa transformasi umat tidak bisa dilakukan secara acak. Harus dimulai dari pemurnian akidah dan tradisi membaca (Al-`Alaq), penataan karakter dan akhlak mulia (Al-Qalam), penguatan spiritualitas malam (Al-Muzzammil), pembentukan jiwa dai yang bergerak (Al-Muddassir), hingga pembentukan sebuah tatanan komunitas atau jamaah yang solid (Al-Fatihah).
Karya monumental ini bukan sekadar kajian teoretis, melainkan sebuah panduan aplikatif bagi para kader, dai, dan umat Islam untuk melakukan perubahan sosial yang sistematis, berakar kuat pada Al-Qur'an, serta meniru persis tahapan sukses perjuangan Nabi Muhammad ï·º dalam membangun peradaban Islam.